Pertama Masuk MTs
Saat aku lulus dari SDN kesayanganku, qhu bingung mau lanjutkan kemana. aku bilang ke orang tuaku untuk konsultasi, ternyata orang tuaku menyuuh untuk masuk MTs. setelah aku pikir-pikir, Ternyata gak ada salahnya juga aku masuk ke MTs.Apalagi kalau melihat Danem.
Lulus
dengan Nilai yang kurang memuaskan, sempat membuat aku down pake banget. Gimana
nggak cobak, pas masih Try out jumlah nilai aku adalah yang paling tinggi di
kelas. Eh, pas UN-nya malah jeblok. Yah, inilah salah satu minus UN, nilai
rapot bagus dari kelas 4 sampek kelas 6, tapi berbeda dengan nilai UN aku yang
hanya 22,45.
Nilai UN rendah,
hancurlah harapan aku buat bisa masuk ke sekolah favorit. Tapi hati kecil aku
tersadar melihat cahaya terang dan cahaya itu bertuliskan
“Masuklah ke MTs J ”. Bapak sama Ibu aku sempat membawa aku ke
salah satu SMP di Bangkalan, tapi aku gak mau karena temen-temen aku rata-rata
masuk ke SMP itu juga *terutama yang brandal*. Makanya aku nolak dan milih MTs
sebagai lahan untuk aku memulai lembar baru dan menulis pengalaman baru disana.
Beda
dengan sekolah yang lain, MTs memilih siswanya tidak hanya dari nilai UN saja,
tapi juga melalui uji tes tulis yah… tentang agama dan pelajaran lainnya. Tapi
itu tidak membuat semangat aku ciut. Hal itu dikarenakan selain di SD, aku juga
menempuh ilmu di Madrasah di deket rumah. Jadi masalah agama, itu seperti
makanan sehari-hari bagi aku. Apalagi keluarga dan daerah di sekitar rumah yang
masih kental dengan keyakinan agama…
Saat
tes, aku dianter sama Ibu aku, dan parahnya aku gak bawak apa-apa pas tes itu,
buku gak bawa, pulpen gak bawa, bingunglah
kami disitu. Tapi akhirnya ibu aku dapet pinjaman pulpen dari orang tua temen
yang duduk sebangku sama aku. Dari situlah aku dapet satu temen baru di sekolah
baru.
Tes
masuk pun terlewati dengan mulus semulus kecenya muka aku :D . Dan pada
akhirnya aku sekarang resmi jadi siswa MTs.
Nah
ini dia, hari pertama masuk sekolah… seragam baru, sepatu baru, tas baru, buku
baru, uang jajan pun baru . Nyampek di depan
gerbang aku cium tangan sama
Bapak aku yang sudah berjasa mengatarkan aku di hari pertama sekolah , aku
pun melangkah yakin memasuki gerbang sekolah, dan setelah masuk keringet aku mulai bercucuran. Bukan karena aku lagi beruji nyali tapi karena aku
gak tau mau ngomong sama siapa. Gak ada yang aku kenal. Alhasil jadilah aku
dengan muka polos rada-rada pe’ak duduk sendirian cuman ngeliatin anak-anak
yang lain pada becanda dengan riang bersama teman-teman mereka.
Di MTs Ternyata Tidak seburuk yang aku pikirkan, MTs mengajarkan aku tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.SEKIAN


0 komentar:
Posting Komentar