Ini kisahku sekitar 3 tahun yang lalu. Ya 3 tahun yang lalu memang
ada kejadian yang sungguh mengesankan. Namaku Tasya duduk di bangku SMP
kelas 7, Mula-mula aku terkejut saat ada yang menginboxku di facebook
atau FB nama kerennya.
“assalamualaikum” ya dia sering menyapaku dengan salam.
Lalu aku jawab salamnya “waalaikumsalam”. Dan dia bertanya tentang hal
yang basa-basi dan kami tidak menyangka kalau kita satu sekolahan namun
berbeda kelas.
Awalnya dia meminta nomer telefonku, lalu aku berikan saja. Dan
awalnya kita hanya sebatas sahabat, namun lama kelamaan rasa itu berubah
dan aku tidak bisa menghindar dari itu. Saat aku mengagumi dia, aku
sulit untuk mengungkapkan karena aku wanita. Saat itu pula perhatian
darinya sedikit berkurang, aku tidak tahu? Apa ada wanita lain selain
aku? Tapi kenapa aku cemburu? Aku dan dia hanya sekedar sahabat.
Esoknya aku menyelidiki itu, aku temukan jawaban yang tepat. Sungguh
aku kecewa, aku sakit, merasa tertipu. Harusnya aku tidak tau tentang
ini. Diaa.. ya diaa..
wanita di seberang sana adalah pujaannya. Sakit
saat bertemu dengan lelaki yang pernah aku kagumi, seakan dunia ini
sempit sekali. Tak kuasa aku meneteskan air mataku dan sahabatku
memelukku dan menenangkan aku. Dan aku bercerita kepada
sahabat-sahabatku itu. Mereka tidak terima kalau sahabatnya diperlakukan
seperti itu.
Sahabatku bicara kepada lelaki itu “hey bodooh, ya kamu, orang
temanku aja sayang sama kamu malah kamu sia-siakan!!” dengan penuh
emosinya.
Lalu lelaki itu hanya diam seperti tak ada salah.
Keesokkan harinya lelaki itu meng-inboxku kesekian kalinya “kenapa
teman-temanmu bicara kepadaku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?
Kenapa tadi kamu menangis? Apa gara-gara aku?”
Hatiku berbunga kembali, tangis kini menjadi tawa, namun apa maksud
semua ini? Apa aku harus tunjukkan yang sebenarnya? Jika aku beri tau
yang sebenarnya apa dia meninggalkanku lagii? “Apa aku harus menjawab
dengan jujur? Apa jika jujur tak mengganggu hubunganmu dengan wanita
itu?” jawabku
“wanita? wanita siapa? Kau pikir aku menghilang? TIDAK! aku masi menyayangimu” jawabnya.
“Tidak mungkin. Kamu menghilang dariku berbulan-bulan apa kamu masih menyayangiku itu mustahil”
“Aku menyayangimu sungguh! Kamu cinta pertamaku. Aku ingin mengulang
hari-hari yang kosong itu lagi, aku ingin menghapus air matamu yang
sekian lama tak pernah aku hapus Tasya” jelas lelaki itu.
“Terima kasih. aku gak ingin kehilangan kamu lagi. Sudah lelah aku
menantimu, jangan menghilang lagi” Senyum pun kini nampak di wajah
tasya.
Dan semua berakhir dengan indah sampai sekarang hubungan itu terus berlanjut… Walaupun keduanya pernah jatuh…
Suatu saat kami akan melanjutkan hubungan yang lebih serius dan tak akan pernah digantikan oleh sosok lain.
Sabtu, 08 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blogroll
Introduction
Labels
Labels
Blogger news
bintang
Blogger templates
http://i44.photobucket.com/albums/f13/LONG65/Element2.gif
http://i44.photobucket.com/albums/f13/LONG65/Element2.gif
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
Labels
Ads 468x60px
Blog Archive
-
▼
2014
(49)
-
▼
November
(20)
- Pentingnya tidur nyenyak
- 4 Tips mengatur pola makan
- Langkah-langkah untuk Rooting Android Tanpa komputer
- Cara membuat akun Blackberry
- Cara Menembus Internet Positif
- Trick Cepat Kerja dengan CorelDRAW
- Macam-macam otak
- Pidato Kesehatan
- Pidato Narkoba
- Pidato Pendidikan
- Pertengkaran yang sadis
- Cinta tak direstui
- Aku akan kembali
- Cinta penghancur segalanya
- Berawal dari Facebook
- Ramadan penuh berkah
- Cita-Cita yang tertunda
- Boneka Rusak
- Sahabat yang sesungguhnya
- Misteri Mona Dan Lisa
-
▼
November
(20)


0 komentar:
Posting Komentar