Sabtu, 13 September 2014

Naik pesawat,,,Bikin merinding

Kemarin saat ke Jakarta, ada 2 peristiwa unik saat naik pesawat terbang. Pertama, untuk pertama kalinya saat terbang di ketinggian, aku lihat pesawat lain beriringan. Pesawat terbang berdekatan, sehingga seperti berlomba.
Sudah berapa kali aku naik pesawat, dan seringkali dekat jendela, namun aku tidak pernah melihat pesawat lain saat terbang tinggi. Kalau masih atau dekat bandara sih, ya sering yakni saat melihat pesawat lain mau take-off atau landing.
Seringkali aku berpikir, meski terbang di ketinggian yang luas, pastinya pesawat juga punya jalur. Punya jalan seperti kendaraan di darat. Pastinya pernah bersalipan atau beriringan. Apalagi sekarang pesawat terbang begitu banyak dari berbagai ragam penerbangan.
Namun aku tidak pernah menyaksikannya. Mungkin aku ketiduran, atau saat ada pesawat lain dekat pesawat aku, mungkin aku tidak lihat keluar.
Namun kemarin saat ke Jakarta, mungkin di atas kota Kudus atau sudah masuk angkasa Jawa Tengah, aku saksikan beriringan sebuah pesawat Garuda Indonesia. Cukup dekat sehingga aku masih bisa melihat cat pesawatnya yang menandakan ciri dari airline Garuda Indonesia.
Namun pesawatnya lebih besar. Dan rutenya agak serong ke utara. Mungkin mengarah ke Sumatra, Batam atau Singapura. Tapi yang jelas lajunya lebih kencang, sehingga lambat laun menghilang dari jendela aku.
Pengalaman kedua, saat aku pulang aku minta pada petugas boarding untuk duduk di dekat jendela sisi kanan. Namun alangkah terkejutnya aku. Ternyata betul posisi aku dekat jendela, namun tidak persis di samping jendela.
Di samping aku ada ruang kosong. Ruang kosong ini untuk sebuah kursi, tapi duduknya ke belakang. Betul, kursi ini persis di depan pintu darurat. Aku lihat hanya di sisi kanan saja. Di sisi kiri depan pintu darurat, tidak ada kursi seperti ini.
Kursi itu ternyata kursi darurat. Kalau tidak dipakai, bisa dilipat ke atas. Betul, kursi ini untuk pramugrari saat tidak bertugas. Yakni saat mau take-off atau landing.
Aku baru ngeh tentang hal ini karena saat mau take off, gelap karena lampu dipadamkan, tiba-tiba kok ada bau wangi. Aku toleh ke kanan, ternyata sudah duduk seorang pramugari.
Ya, nasib. Sebenarnya dalam hati tadi sudah mau protes ke petugasnya, katanya mau dekat jendela tapi kenyataannya tidak, jadi disyukuri. Karena enak begini, bisa dekat dengan pramugari. Apalagi ternyata pramugarinya ramah, mau diajak ngobrol. Akungnya ngobrolnya hanya saat take-off dan landing saja. Tapi meski pendek ngobrolnya, aku sedikit tahu kehidupan kerja pramugari. Hehehe.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Introduction

Blogger news

bintang

Blogger templates

http://i44.photobucket.com/albums/f13/LONG65/Element2.gif

Kursor

Wavy Tail
http://i44.photobucket.com/albums/f13/LONG65/Element2.gif
Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

Followers

Featured Posts

 
Copyright © 2010 DUMOC'S EVOLUTION 69 | Design : Noyod.Com